STRUKTUR DAN TATA MASYARAKAT ADAT MOI MUNGGEI. (Distrik Sentani Barat, Kab.Jayapura)

Struktur Kelembagaan (Done / Ondoafi)
  1. PENGERTIAN DONE

Istilah done hanya dipergunakan oleh orang –orang yang mendiami di bawah kawasan kaki gunung dofonsoro dan sekitarnya. Namun ucapan “Ondoafi ” sejak jaman penjajahan telah popular. Setiap kelompok suku telah menggunakan istilah ini untuk menyebut pemimpin tertinggi mereka, yang berkuasa dalam warganya (tangnya). Baik kita berada ujung timur mulai dari suku skouw hingga ke daerah sarmi dan sekitarnya system kelemgagaan terkecil ini tetap dianut dan dihormati. Di tiap kampong berbeda sebutannya tapi mempunyai satu pengertian.

Mari kita bandingkan beberapa ucapan dibawah ini :

Tabel 1.1

Kelompok Suku

Wilayah

Sebutan

Kayu Pulou

Jayapura

Haru hre

Sentani

Danau

Ondofolo

Moi

Sentani Barat

Done

Tepla Distrik Depapre

Ondoafi

Kemtuk Gresi

Distrik Kemtuk Gresi

Ske duwena

Ormu

Distrik Ravenirara

Tubwe

Sobei Kabupaten Sarmi

Sa Temto

Kini jelas sudah istilah ondoafi diambil dari bahasa Tepla, kemudian diangkat dan dibakukan penggunaannya. Dengan demikian persesuaian istilah ini dapat disimpulkan bahwa Done atau Ondofolo mempunyai status tertentu. Artinya Done mempunyai kedudukan lebih tinggi dari masyarakat biasa. Ia adalah Kepala Marga (tang) yang mempunyai wibawa, sopan santun dalam pergaulan dan melindungi rakyatnya (anggota tangnya). Disetiap kampong dapat kita jumpai struktur kelembagaan ini yang dijabat oleh Done. Jadi done merupakan suatu lambing kekuasaan suatu masyarakat dengan sistemnya yang sangat sederhana. Banyak sedikitnya jumlah done yang dimiliki setiap kampong atau kelompok suku tidak sama, kadangkal satu kadangkala lebih. Bagi orang moi jumlah Done seperti terdapat pada table berikut :

Tabel 2.2

Kelompok Suku

Nama Kampung

Jumlah Done

Sabron Yaru

1

Dosai

3

Waibron (banu – woi)

3

Maribu (Nya)

6

Kendate (Dufun belu)

5

Jumlah

5 Kampung

18

Hal ini disebabkan oleh besar kecilnya jumlah marga (tang) yang membentuk suatu kampong atau kelompok suku. Diantara sekian banyak done, ada seorang yang dianggap Done Umum. Di forum-forum umum atau pada Dewan Adat lainnya dialah yang berbicara atas nama rekan-rekannya yang ada di suatu kampong.

Dibawah ini adalah beberapa contoh dari kekuasaan Done dalam forum ;

Kampung

Dari tang/Marga

Keterangan

Sabron Yaru

Yaboisembut

Dosai

Done

Waibron (banuwoi)

Done

Maribu (Nya)

Yansema

Done Umum

Kendate (Dufunbelu)

Waisamon

Selain itu masih dibedakan Done yang sah statusnya (iramtrang) dengan Done yang hanya diangkat begitu saja. Di beberapa tempatpun terdapat hal yang sama, karena system kelembagaannya sama walaupun ada perbedaan yang bervariasi. Hal ini sering dipengaruhi oleh situasi dan kondisi namun fungsi dan martabatnya tetap satu pengertian. Sistem ini sudah menjadi suatu kebiasaan yang tidak dapat dipindah tangankan. Atau ada yang mencoba membentuk kelompok baru dengan Donenya sendiri. Ini di tentang dan dianggap mustahil, karena nenek moyang leluhur sudah membentuknya dan tidak boleh diubah.

2. STRUKTUR KELEMBAGAAN

Sepeti telah diuraikan diatas, pemerintah tertinggi dalam kampung adalah Done. Ia mempunyai coordinator yang disebut Kembut desa atau Kosye. Kemudian dibantu oleh kepala suku yang disebut Pala yalu. Seorang Done mempunyai Ofe’Obe (rumah besar) sebagai tempat bermusyawarah. Untuk pengadaan segala sesuatu diatur oleh kembut desa yang dibantu oleh para pembantunya seperti; Drang samo yai (bendahara), yasu’knip numbut (Jurpen), semla srom (ekonomi), Koi’kalei (kesenian), Nyao(pemburu) dan beberapa pembantu lainnya. Pada tingkat done masih terdapat bagian urusan dalam, bagian urusan luar dan penasehat. struktur kelembagaan masyarakat moi munggei dapat ditunjukan pada bagan berikut ini ;

Struktur Kelembagaan (Done / Ondoafi)

Ada tiga jenjang tingkatan, yang pertama merupakan badan inti, tingkat kedua adalah koordinator dan yang ketiga terdiri dari pembantu/pesuruh, dan akhirnya masyarakat sebagai pelaksana.

Dari masing-masing jenjang tingkatan dapat ditulis secara sistematik sebagai berikut ;

  1. Badan Inti terdiri dari ;
  • Done/ondoafi
  • Bagian urusan dalam
  • Bagian urusan luar
  • Penasihat (knip wali)
  1. Coordinator terdiri dari ;
  • Kembut dase (kosye)
  • Pala yalu (Kepala Suku)
  • Yaluna (Pembantu Umum)
  1. Pembantu/Pesuru terdiri dari :
  • Drang samo yai (Bendahara)
  • Yasu/Knip numbut (Jurpen)
  • Alen (Penyayat daging)
  • Semla srom (Ekonomi)
  • Koi (Kalei (Kesenian)
  • Nyao (Pemburu)
  1. Pelaksana yaitu; warga tang (rakyat)

Done merupakan titik centrum. Segalah keputusan disahkan oleh badan inti, kemudian disampaikan lewat kembut dase/kosye lalu diturunkan ke pembantu-pembantu seperti tersebut diatas. Dalam prakteknya seorang yasu/knip numbut memegang peranan penting. Dialah yang mengangkat Done. Dia sebagai Jurpen dan pembuat api, supaya kampong tetap besemangat.  Seorang Done harus memiliki ofe/obe. Artinya mempunyai tempat bermusyawarah. Biasanya berbentuk rumah panggung dengan ukuran luas secukupnya. Memiliki motif dan disain tersendiri. Dan menunjukan cirri khas done tersebut, karena tiap Done tidak sama. Ofe/obe biasanya dipergunakan untuk hal-hal yang hakiki dengan urusan adat. Sepertinya peundingan masalah pelanggaran Hukum Adat, pembunuhan, atau perang suku dan sebagainya.

Pada zaman dahulu biasanya ada tiga buah batu yang diletakkan di depan halaman rumah Done. Fungsi ke tiga batu itu adalah sebagai suatu wadah persidangan oleh tua – tua adat, yang pada dasarnya sama dengan ofe/obe. Rumah done agak berbeda bentuknya. Kebanyakan mempunyai cirri khas tersendiri. Berbagi motif hiasan dan ukiran yang dibuat di bagian –bagian yang dianggap indah, seperti pada tiang – tiang rumah, papan angin, ujung bumbungan atas, tiang tengah rumah dan bagian lainnya. Dalam struktur kelembagaan ini seorang done tidak bisa memerintah bukan anggotanya. Andai kata itu ada, maka  dikatakan done yang tidak tahu adat. Oleh sebab itu tiap done saling menghargai satu sama lain dan warga tang (rakyatnya) adalah masyarakat pelaksana.

Next… Tugas dan Fungsi. *admin pemantik nasendi edi*

2 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*