Sejarah Singkat KAMPUNG Maribu

Sejarah dan Asal Usul Kampung

Kampung Maribu terdiri dari lima rukun warga, sepuluh rukun tetangga. Yang  terbentuk dari serangkaian dan peristiwa-peristiwa masa lalu seperti tercatat dalam dokumen kampung maupun berdasarkan informasi atau catatan dari sejumlah tokoh masyarakat setempat.

Alur Sejarah Kampung Maribu

Kampung Maribu terbentuk dari serangkaian kejadian dan peristiwa-peristiwa masa lalu seperti tercatat dalam dokumen Kampung maupun berdasarkan informasi atau peristiwa dimaksud.

TABEL ALUR SEJARAH KAMPUNG MARIBU

Tahun Rekaman Kejadian Keterangan
1400

s/d

1600

Manusia “Nya/Maribu masih sebagai pengembara (nomaden) dan belum diketahui dengan pasti struktur masyarakat. masa di mana terjadi proses evolusi dan migrasi Suku-suku. Nya = Adalah sebutan lain dari istilah Kampung Maribu
1600

1855

Manusia (Nya/Maribu) mulai hidup dalam berkelompok kecil pada daerah warisannya Masih berburu dan meramu
1855

1911

J.L Van Hanselt mulai menggarahkan perhatiannya kearah bagian Timur Pantai Utara, Yamna, Wakde, Sarmi dan sekitarnya Mulai memperkenalkan tabel Pemerintahan formal/pola kampung
1911

1920

Injil mulai masuk dari Kampung Tablanusu sebelah barat Distrik Depapre Kepercayaan Tradisional mulai hilang
1920

1927

Orang Maribu mulai mengenal Sekolah pertama pada Sekolah Rakyat ( SR ) 3 tahun di Kampung Waibron Orang Maribu – Dosay semua dikumpulkan di Kampung Waibron
1927

1936

Orang Maribu mendapat seorang Guru Jemaat, yakni Bapak Simon Somisu yang berasal dari Kampung Tablasupa Mulai kenal Injil Kabar Keselamatan
1936

1942

Sekolah Rakyat (SR) dibuka di Kampung Maribu (Bareibu), dengan seorang pengajar yaitu Bapak Abraham Tunya dari Distrik Demta dan Bapak Elisa Pumoko dari Sentani.

Timbullah aliran Simon (Bamai) lalu sekolah rakyat itu di tutup, karena dilarang oleh tentara Jepang

Aliran ini sebagai proses kehadiran Jepang

Aliran ini sebagai protes terhadap kehadiran tentara jepang

1942

1945

Kehadiran tentara Jepang dan memaksa masyarakat untuk kerja kebun petatas, kacang tanah dan kacang hijau untuk kepentingan mereka (Jepang)

Perang dunia ke II pecah di tanah Papua (perang Asia Timur Raya dan perang Fasisik)

Kegiatan Ajar Mengajar di sekolah rakyat (SR), penginjilan dan Pemerintahan Kampung terhenti karena masyarakat semua lari bersembunyi di Goa dan Hutan

Desa Waibron/Maribu di jabat oleh Kepala Desa Jacob Done

Orang lari sembunyi di Goa dan Hutan

Orang lari sembunyi di goa dan hutan

1945

1950

Gereja, Pemerintahan dan Sekolah Rakyat (SR) di aktifkan kembali Perang berakhir/ masa damai
1950

1958

Anak-anak didikan pertama dari Maribu,Waibron, Dosay dan Sabron Sebanyak 16 orang di kirim ke JVVS di Yoka dan Genyem Masyarakat Moy mulai menegenal Pendidikan tingkat JVVS
1958

1961

Berakhirnya pemerintahan Belanda (peraliahan Papua ke tangan NKRI) Sengketa tentang status Papua di alhikan ke NKRI
1961

1964

Perubahan tabel Pemerintahan dari Korano menjadi KPK (Kepala Pemerintah Kampung) Masa Peralihan
1964

1967

Pemukiman baru di DEPAU/MARIBU dibangun Masa perlihan
1967

1970

Rumah di Maribu masih bersifat panggung

SD YPK Maribu dibangun semi permanen

Pemerintahan kepala kampung berubah menjadi Desa

Transmigrasi pertama di papua sebanyak 25 KK tiba di Maribu

Datanglah Guru-Guru Indonesia di Maribu, Masing-masing diantaranya, Bpk Susanto, Bpk Mino Subroto, Bpk Sarwono, Bpk Yohanis Malo, Bpk Yulius Rumbekwan dan Bpk Sitinjak

Sistem pemerintahan, pembangunan dan pendidikan mulai di tata menurut tabel pembangunan nasional NKRI
1970

1980

Gereja Bethesda secara permanent di bangun

SMP Negeri Moi di bangun di Maribu

Pelaksanaan pembangunan di Maribu secara permanent dan bertahap mulai dilakukan
1980

1985

Rumah penduduk dirubah menjadi rumah permanent (bantuan Depsos IRJA)

Peresmian Listrik Masuk Desa

Pelaksanaan pembangunan di maribu secara permanent

Sumber, dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung (RPJMK) Maribu. admin (edi n)

 

2 Komentar

  1. Mngkn hrs ada info tentang suku atau keret yg berkumpul di Depau yg berubah menjadi kampung Maribu. Karena ada 3 jalan yg membela kampung yaitu : KWANTEMEI. NYA dan BONYA Serta ada yg Maribu Tua, Kwantemei Knip Snang atau dari Babai (panjang rejo). Yg pernah sy dengan perkataan “NYA” timbul karena ada orang yg bertanya “GO NANDE SRON , itu orang (sekumpulan) orang apa / mana? maka jawabannya “GO NYA SRON” orang baru yg datang dari DARAT mungkin maksudnya dari daerah Genyem. Maaf kalau saya salah. Taop

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*